Berikut hal-hal di Jepang yang paling saya kagumi :
1.Kebersihan
Masyarakat Jepang sangat mampu mengolah kembali sampah menjadi barang yang berguna.tidak hanya berguna,dengan sedikit sentuhan inovativitas,barang yang murah nan berkualitas pun jadi,Selain itu, masyarakat Jepang sangat taat pada peraturan Negara ,sehingga jarang atau tidak ada sama sekali orang yang hobi membuang sampah sembarangan.
2.Semangat dan Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Negara Jepang itu pekerja keras.Menurut satu sumber yang say a baca,yaitu jam kerja di jepang adalah 2450 jam/tahun dan dikatakan pula bahwa jam kerja di Jepang lebih tinggi dibandingkan Negara-negara maju seperti Amerika,Inggris,Prancis,dan Jerman.Di sana ,pulang cepat adalah sesuatu yang bisa dikatakan “agak memalukan”,dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk kategori “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.
3..Rasa Hormat
Budaya yang masih diterapkan hingga saat ini adalah budaya minta maaf,bahkan ada orang yang saat tertabrak sepeda,dia meminta maaf duluan.Selain itu,budaya hormat dengan orang tua.Banyak siswa-siswi Jepang saat SMA ,mereka mampu membayar biaya sekolah sendiri ,tanpa bergantung dengan orang tua,karena bekerja part time.
5.Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
6.Inovasi
Seperti yang saya katakana di awal,Jepang sangat terkenal dengan produknya yang menarik,lucu,dll.Itu karena mereka mampu merubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa.
7.Pantang menyerah
Orang Jepang adalah orang pantang menyerah.Sekali gagal,mereka akan mencoba lagi,lagi,dan lagi,dan hasilnya pun kebanyakan orang yang mencoba terus menerus sampai akhirnya berhasil.Sampai-sampai karena hal ini, Jepang mulai memformulasikan shippaigaku (ilmu kegagalan).
8.Kekompakan
Ada sebuah anekdot yang menyatakan“1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
9.Hidup Sehat
Pemandangan orang yang berlalu lalang dengan berjalan kaki atau bersepeda sangatlah menjadi hal yang biasa dilakukan di jepang.Selain menurut mereka itu mampu menyehatkan, itu juga mampu mengurangi polusi di udara.Beberapa saat yang lalu saya sempat membaca di artikel di sebuah Koran, bahwa saking jarangnya orang yang memiliki motor atau bahkan mobil,lahan parkir di Jepang sangat kecil dibandingkan dengan Indonesia walaupun di gedung besar sekalipun .Hal itu bisa terjadi karena masayarakat yang disiplin,dan system Pemerintah yang mendisiplinkan,contohnya yaitu ujian mendapatkan sim yang mahal,biaya pembuatan sim yang mahal,tarif tol yang mahal,bensin yang mahal yaitu sekitar Rp 30.000 /liter ,dan apabila seorang pengendara mobi/motor mendapat ultimatum sebanyak 2 kali(kalau tidak salah) sim yang dimilikinya bisa jadi musnah,dan harus mengalami ujian mendapatkan sim lagi,dan membayar lagi,sepertisedia kala.Takjub saya setelah tau hal ini.
10.Hemat
Walaupun masyarakat Jepang, rata-rata adalah orang menengah ke atas, mereka tetap memanfaatkan diskon,dan mengincar bahan-bahan yang murah.
11.Popularitas “membaca”
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca.. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
semoga dengan kelebihan-kelebihan Jepang diatas,kita bisa mengambil manfaat dan InyaAllah generasi pemuda pemudi Indonesia masa kini mampu merubah Indonesia terutama pada Masyarakatnya. Semoga bermanfaat. :)
Komentar
Posting Komentar